Seperti sejarah seni yang lain, sejarah komik dirunut melalui "komik-komik besar". Tetapi sebagaimana sifatnya yang secara stereotipe dianggap sebagai bacaan negatif bagi anak sekolah (terutama di Indonesia), komik selalu menjadi seni pinggiran. Tentu saja hal ini menjadikan sehebat apapun seorang komikus di dunianya, tetap tidak terlalu mendapat tempat di dunia seni secara keseluruhan.
Sebuah catatan elektronik yang disuguhkan oleh sang penulis, untuk memuaskan hasratnya dalam mengikuti perkembangan jejaring sosial, sehingga sang penulis tidak dikatakan 'kuper' oleh teman-teman sebangsa dan seperjuangannya
Monday, May 31, 2010
Sunday, May 30, 2010
Negeri Boneka
Hai, apa kabar? hahaha, setelah kemarin mengulas posting-postingan mengenai komik maka kali aku akan memkperlihatkan (cieeee) hahahaha, cuma mau nebengin karya dikit, gk pa2 kan? coment2 yah, biar jadi bahan renungan saya buat kedepannya,,,
Friday, May 28, 2010
Ngurus Anak, Tak Lagi Kuat Bikin Komik
Hai,,, ketemu lagi dengan saya, hahahaha, aku lagi pengen baca komik nich, so,, kita ngebahas tenteng komik indonesia aja gimana? yo,, kita akan ngebahas tentang GUNDALA PUTRA PETIR hahahahahhaha, baca yah!! jangan baca judulnya aja
Tokoh Gundala pernah difilmkan pada 1981. Untuk pembuatan film itu, Hasmi mengatakan mendapat uang Rp 1,5 juta. Uang itu kini seakan tak berbekas. Dan, Hasmi pun sekarang sehari-hari bekerja serabutan.
---
Tokoh Gundala pernah difilmkan pada 1981. Untuk pembuatan film itu, Hasmi mengatakan mendapat uang Rp 1,5 juta. Uang itu kini seakan tak berbekas. Dan, Hasmi pun sekarang sehari-hari bekerja serabutan.
---
Thursday, May 27, 2010
Para Pencipta Komik Legendaris
Hai, bagaimana kabar kalian? semoga baik-baik saja!! tentunya agar kalian semua tetap setia membaca blog ku yang sederhana ini!!! hahahaha
oke kali ini aku akan membicarakan tentang beberapa karya komik terkenal, dan siapa yang menciptakannya, semoga artikel ini bermamfaat dan menjadi motivasi untuk komikus-komikus indonesia! amin!
Carl Barks, pencipta Paman Gober
Tokoh Paman Gober muncul pertama kali dalam komik Christmas on Bear Mountain pada Desember 1947. Tokoh ini diciptakan Carl Barks, yang di kalangan ilustrator dihormati sebagai ilustrator dengan gaya menggambar yang khas.
Will Eisner, tokoh komik di Amerika (pelopor novel grafis), menyebut Carl Barks bagaikan Hans Christian Andersen. Sebagian lagi menyebut Carl Barks sebagai ”the good duck artist”. Selain itu, karena ia sangat setia menggambar tokoh-tokoh bebek, dia dijuluki The Duck Man.
oke kali ini aku akan membicarakan tentang beberapa karya komik terkenal, dan siapa yang menciptakannya, semoga artikel ini bermamfaat dan menjadi motivasi untuk komikus-komikus indonesia! amin!
Carl Barks, pencipta Paman Gober
Tokoh Paman Gober muncul pertama kali dalam komik Christmas on Bear Mountain pada Desember 1947. Tokoh ini diciptakan Carl Barks, yang di kalangan ilustrator dihormati sebagai ilustrator dengan gaya menggambar yang khas.
Will Eisner, tokoh komik di Amerika (pelopor novel grafis), menyebut Carl Barks bagaikan Hans Christian Andersen. Sebagian lagi menyebut Carl Barks sebagai ”the good duck artist”. Selain itu, karena ia sangat setia menggambar tokoh-tokoh bebek, dia dijuluki The Duck Man.
Tuesday, May 18, 2010
Eksekusi Mati di Masa Lampau
Ehm, hmm, bagaimana yah memulainya? hup!!!!! jeng jeng hahahahahaha
Oke, mari kita mulai, bagaimana kabar kalian hari ini? semoga baik baik saja, hahaha
Apa yah yang akan kita bahas hari ini?
Hmmmm, bagaimana bila cara eksekusi mati dijaman dahulu kala? hahaha
setelah membaca postingan diforum, aku jadi terinspirasi untuk menulis tentang eksekusi mati yang dilakukan dijaman dahulu
berikut ini beberapa contoh cara-cara pengeksekusian tersebut:
BRAZEN BULL
Brazen Bull (kerbau jantan yang terbuat dari kuningan) diciptakan oleh Perilaus Athena di abad ke-6 SM untuk dipersembahkan kepada Phalaris, tiran dari Agrigentum, sebagai hadiah. Kerbau kuningan yang besar itu kosong di bagian dalamnya yang cukup besar untuk ditempati seorang pria dewasa. Setelah orang itu di dalam kerbau, api akan menyala di bawahnya dan memanggangnya sampai mati. Dalam kepala kerbau jantan itu, Perilaus memasukkan serangkaian pipa dan tutupnya yang dirancang untuk menguatkan jeritan korban sehingga membuat suaranya terdengar seperti kerbau yang lagi meraung
Ironisnya, Perilaus adalah orang pertama yang merasakan kekejaman ciptaanya. Setelah Perilaus menjelaskan kepada Phalaris bahwa jeritan terhukum yang melalui pipa-pipa kerbau akan terdengar seperti melodi yang menyedihkan tapi merdu, Phalaris begitu jijik terhadap penjelasan tersebut sehingga dia menipu Perilaus untuk memasuki banteng kuningan itu.
Oke, mari kita mulai, bagaimana kabar kalian hari ini? semoga baik baik saja, hahaha
Apa yah yang akan kita bahas hari ini?
Hmmmm, bagaimana bila cara eksekusi mati dijaman dahulu kala? hahaha
setelah membaca postingan diforum, aku jadi terinspirasi untuk menulis tentang eksekusi mati yang dilakukan dijaman dahulu
berikut ini beberapa contoh cara-cara pengeksekusian tersebut:
BRAZEN BULL
Brazen Bull (kerbau jantan yang terbuat dari kuningan) diciptakan oleh Perilaus Athena di abad ke-6 SM untuk dipersembahkan kepada Phalaris, tiran dari Agrigentum, sebagai hadiah. Kerbau kuningan yang besar itu kosong di bagian dalamnya yang cukup besar untuk ditempati seorang pria dewasa. Setelah orang itu di dalam kerbau, api akan menyala di bawahnya dan memanggangnya sampai mati. Dalam kepala kerbau jantan itu, Perilaus memasukkan serangkaian pipa dan tutupnya yang dirancang untuk menguatkan jeritan korban sehingga membuat suaranya terdengar seperti kerbau yang lagi meraung
Ironisnya, Perilaus adalah orang pertama yang merasakan kekejaman ciptaanya. Setelah Perilaus menjelaskan kepada Phalaris bahwa jeritan terhukum yang melalui pipa-pipa kerbau akan terdengar seperti melodi yang menyedihkan tapi merdu, Phalaris begitu jijik terhadap penjelasan tersebut sehingga dia menipu Perilaus untuk memasuki banteng kuningan itu.
Friday, May 14, 2010
Cerpen Pertamaku
Biru langit cerah tanpa noktah dan awan putih, hanya langit lebar memutar bagai sutra biru menyelimuti bumi ini. Dihiasi bola api terik yang memanggang penjual Koran di perempatan jalan. Deru bising kuda besi milik para intelek setia menemani makhluk-mahkluk kota ini. Dan saatnya aku berteriak,’ selamat pagi dunia!!! sambut aku dengan kecaman juga amarah!!!’ Simakalah kehidupanku ini, kehidupan disaat semua orang sibuk dengan segala tuntutan sandang, papan, pangan mereka masing-masing, aku baru bangun, menerawang waktu, menggosok-gosok ingatan, merontokkan keluh kesah, dan tertawa dengan takdir. Sekarang baru pukul dua siang, dengan malas aku bangkit dari tempat tidurku, melihat sejenak pada inbox hp ku, ada beberapa pesan, dua dari temanku tiga dari operator. Dengan malas aku berjalan gontai menuju wasrafel, memeriksa kantung mata yang bengkak bak tagihan hutang lintah darat. Setelah mencuci muka dan berganti pakaian, dengan secepat kilat aku menyambar sisa rokok semalam, lalu meluncur masuk ke dalam dunia internet mencari cari berita terkini tentang lifestyle atau semacamnya, agar tidak dianggap kuper.
Legenda Cerita Silat Indonesia
Dia legenda pengarang cerita silat. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926, yang kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa.
Bahkan setelah dia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli 1994 dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya. Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya. Kho Ping Hoo bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo.
Bahkan setelah dia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli 1994 dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya. Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya. Kho Ping Hoo bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo.
Ayah Kandung Panji Tengkorak
SIAPA pun Anda, yang sudah melek huruf di tahun 1970-an, pasti tak akan lupa dengan nama satu ini: Panji Tengkorak. Inilah sosok yang menjadi bagian dari kehidupan remaja di akhir 1960-an. Dan, tak pelak lagi, nama penciptanya pun menjadi identik, dialah Hans Jaladara.
Hans adalah salah satu dari 7 “pendekar” komik Indonesia di masanya, selain Jan Mintaraga, Ganes Th, Sim, Zaldy, Djair, dan Teguh Santosa. Dari 7 pendekar itu, hanya Hans dan Djair yang masih bertahan. Selebihnya, telah tunduk di depan maut.
Hans adalah salah satu dari 7 “pendekar” komik Indonesia di masanya, selain Jan Mintaraga, Ganes Th, Sim, Zaldy, Djair, dan Teguh Santosa. Dari 7 pendekar itu, hanya Hans dan Djair yang masih bertahan. Selebihnya, telah tunduk di depan maut.
Subscribe to:
Comments (Atom)