Tuesday, May 18, 2010

Eksekusi Mati di Masa Lampau

Ehm, hmm, bagaimana yah memulainya? hup!!!!! jeng jeng hahahahahaha
Oke, mari kita mulai, bagaimana kabar kalian hari ini? semoga baik baik saja, hahaha
Apa yah yang akan kita bahas hari ini?
Hmmmm, bagaimana bila cara eksekusi mati dijaman dahulu kala? hahaha
setelah membaca postingan diforum, aku jadi terinspirasi untuk menulis tentang eksekusi mati yang dilakukan dijaman dahulu

berikut ini beberapa contoh cara-cara pengeksekusian tersebut:

BRAZEN BULL
Brazen Bull (kerbau jantan yang terbuat dari kuningan) diciptakan oleh Perilaus Athena di abad ke-6 SM untuk dipersembahkan kepada Phalaris, tiran dari Agrigentum, sebagai hadiah. Kerbau kuningan yang besar itu kosong di bagian dalamnya yang cukup besar untuk ditempati seorang pria dewasa. Setelah orang itu di dalam kerbau, api akan menyala di bawahnya dan memanggangnya sampai mati. Dalam kepala kerbau jantan itu, Perilaus memasukkan serangkaian pipa dan tutupnya yang dirancang untuk menguatkan jeritan korban sehingga membuat suaranya terdengar seperti kerbau yang lagi meraung

Ironisnya, Perilaus adalah orang pertama yang merasakan kekejaman ciptaanya. Setelah Perilaus menjelaskan kepada Phalaris bahwa jeritan terhukum yang melalui pipa-pipa kerbau akan terdengar seperti melodi yang menyedihkan tapi merdu, Phalaris begitu jijik terhadap penjelasan tersebut sehingga dia menipu Perilaus untuk memasuki banteng kuningan itu.




HANGING, DRAWING, AND QUARTERING
Hanging, drawing and quartering adalah bentuk hukuman di Inggris untuk kejahatan pengkhianatan terhadap kerajaan, yang pada saat itu dianggap sebagai kejahatan terburuk. Hukuman ini hanya berlaku untuk laki-laki, sedangkan perempuan yang ditemukan bersalah atas pengkhianatan dibakar di tiang. Hukuman ini tetap berlaku sampai 1814.

Tahap pertama dari eksekusi ini yaitu terhukum diikat ke kerangka kayu dan diseret di oleh kuda sampai ke tempat eksekusi. Setelah itu, penjahat akan digantung di leher sampai mereka hampir mati. Pidana tersebut kemudian diturunkan dari tali gantungan dan diletakkan di atas meja. Algojo kemudian memotong alat kelamin terhukum,setelah itu mengeluarkan satu persatu isi perut . Dalam keadaan seperti ini,sang tereksekusi masih hidup,bernafas dan sadar. Alat kelamin yang terpotong dan segala isi perut akan dibakar di depan mata terpidana Orang tersebut kemudian akan dipenggal dan bagian tubuh mereka dipotong-potong untuk kemudian dipamerkan di seluruh kota sebagai peringatan.

GUILLOTINE
Guillotine adalah sebuah alat untuk membunuh seseorang yang telah divonis hukuman mati dengan cepat dan 'manusiawi'.

Guillotine dirancang untuk membuat sebuah eksekusi semanusiawi mungkin dengan menghalangi sakit sebanyak mungkin. Terdakwa disuruh tidur tengkurap dan leher ditaruh di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau. Pada ketinggian 7 meter, pisau dijatuhkan oleh algojo dan kepala terdakwa jatuh di sebuah keranjang di depannya.

Pemenggalan kepala dengan guillotine hanya berlangsung beberapa detik saja. Pendapat para dokter pada awal yang katanya orang baru kehilangan kesadarannya setelah 30 detik dihiraukan. Menurut pendapat para dokter modern, otak seseorang maksimal hanya bisa sadar selama 10 detik saja.

Guillotine menjadi terkenal pada Revolusi Perancis, tetapi sebenarnya sebelumnya sudah ada alat seperti ini. Guillotine dinamakan menurut Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814), yang menyarankan supaya memakai alat ini sebagai alat eksekusi. Ironisnya ia sendiri sebenarnya tidak setuju dengan hukuman mati. Ia berharap bahwa alat'nya' akan menghapuskan hukuman mati.

Pada Revolusi Perancis, dibutuhkan sebuah alat yang mampu mengeksusi para terdakwa secara cepat. Guillotine ini mencukupi persyaratan ini, maka di setiap desa di Perancis di tengah pasar lalu ditempatkan.

Pada tanggal 25 April 1792, Nicolas Jacques Pelletier adalah korban pertama guillotine. Secara total pada Revolusi Perancis puluhan ribu orang dieksekusi menggunakan alat. Di Paris sendiri saja diperkirakan 40.000 orang dibunuh dengan guillotine, antara lain Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette.

Eksekusi dengan guillotine kala itu menjadi tontonan umum, tetapi kemudian guillotine ditaruh di dalam penjara karena dianggap kejam. Terdakwa terakhir yang dihukum mati dengan alat ini adalah Hamida Djandoubi. Ia dieksekusi di Marseille pada tanggal 10 September 1977.

BURNING
Terpidana akan diikat pada tonggak kayu yang terletak di tengah lingkaran dinding yang terbuat dari tongkat kayu dan jerami. Ruangan kosong di antara dinding dan sang criminal dipenuhi dengan batang kayu, kemudian dibakar. Diyakini bahwa ini adalah cara di mana St Joan of Arc dibakar. Metode lainnya adalah dengan menaruh tumpukan tongkat kayu dan jerami sampai sebatas betis saja.

Ketika dilakukan oleh algojo yang terampil, terhukum akan terbakar di urutan : betis, paha dan tangan, badan dan lengan,perut dan dada bagian bawah, dada bagian atas, wajah, dan akhirnya mati. Tidak perlu dijelaskan betapa tersiksanya terpidana mati. Jika sejumlah orang dibakar pada saat yang sama, kematian dapat terjadi karena keracunan karbon monoksida sebelum api mencapai terhukum. Jika api itu kecil, terpidana mati akan mati shock, atau kehilangan darah.

THE BREAKING WHEEL
The Breaking Wheel, yang juga dikenal sebagai Catherine Wheel, merupakan perangkat eksekusi abad pertengahan. Penjahat akan diikat ke roda gerobak dengan lengan dan kaki membentang di sepanjang jari-jari. Roda akan diputas sementara palu dipukulkan ke berbagai bagian tubuh yang menempel pada jari-jari roda. Jika sang tereksekusi diberi pengampunan, setelah sejumlah tulang hancur, pukulan fatal akan segera dilancarkan. Dalam kasus di mana pengampunan itu tidak diberikan, penjahat akan tetap pada terikat pada roda sampai mereka meninggal yang kadang-kadang bisa berhari-hari sampai terpidana akan mati karena shock dan dehidrasi.

Setelah mati,terpidana yang masih terikat pada roda akan diberikan kepada burung-burung bangkai untuk dimakan,terkadang ketika masih hidup pun

WATER TORTUNE
Hukuman yang berasal dari Eropa Timur ini memaksa si korban meminum air dalam jumlah yang banyak dan setelah korban tidak sanggup menahan lagi, saat itulah hukuman di lakukan, si algojo melompat tepat diatas perut yg sudah kembung. Di ulang ulang hingga korban tewas dengan keluarnya cairan dari dalam perut lewat telinga, hidung, mata, dan anus. seett dah...


Waduh,, ngeri banget yahh,,, hehehehe
segitu dulu dech, nulisnya juga sampe ngilu-ngilu

kebanyakan postingan di atas dikutip dari
http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=219809
thx yah!!

2 comments:

Azwar Haekal said...

new green euy ...
hahaha

Dede Muharom said...

hijau itu warna kesukaan rasul